Bitcoin telah turun lebih dari 50% sejak Oktober lalu dan sejauh ini belum menunjukkan niat kuat untuk bergerak naik. Pada chart 4 jam, pola "bullish" sesekali muncul, tetapi kenaikan yang terjadi sangat lemah dan bersifat korektif. Kami memperkirakan fase koreksi ini bisa berlangsung lama dan kompleks selama tren turun masih utuh. Dengan demikian, kami memperkirakan penurunan Bitcoin akan berlanjut menuju $57.500 dan lebih rendah lagi.
Perusahaan bernama MicroStrategy menjalankan satu strategi sejak 2020: mengakumulasi Bitcoin, dengan mendanai pembelian melalui penjualan saham dan penerbitan utang. Pendekatan ini sangat menguntungkan ketika pasar kripto sedang naik, tetapi kini berada di bawah tekanan berat dalam pasar bearish saat ini. MicroStrategy kini memegang lebih dari 700.000 BTC di neracanya — kira-kira $50 miliar pada harga pasar saat ini. Namun, harga beli rata-ratanya sekitar $76.000 per BTC sementara harga pasar hanya $67.000. Seperti disebutkan di atas, Bitcoin berpeluang untuk turun lebih jauh.
Saham MicroStrategy sudah jatuh sekitar 60%, dan banyak analis khawatir para investor bisa membuang saham ini bukan hanya karena Bitcoin turun, tetapi juga sebagai bagian dari gelombang risk-off yang lebih luas. Perlu diingat, pada akhir tahun lalu banyak investor keluar dari saham teknologi, AI, dan kripto di tengah ketidakpastian global. Regulasi kunci yang mendukung industri kripto, CLARITY Act, belum disahkan. Penurunan BTC yang lebih dalam bisa memaksa MicroStrategy dan pemegang korporasi lainnya menjual aset kripto — skenario yang sempat disinggung Michael Saylor pada akhir 2025. Saylor kemudian mengatakan perusahaannya masih sanggup bertahan jika BTC turun sampai $8.000, tetapi sedikit yang mempercayainya. Para analis berpendapat model "beli Bitcoin dengan segala cara" pada dasarnya sudah mati; hanya perusahaan-perusahaan terbesar yang mampu menerbitkan preferred shares yang kemungkinan dapat bertahan dalam pusaran ini.
Indikator kunci MicroStrategy, mNAV, telah turun di bawah satu — sinyal bahwa perusahaan mungkin tidak lagi mampu terus menggalang dana untuk membiayai pembelian kripto berikutnya. Dengan mNAV di bawah satu, saham bisa diperdagangkan pada diskon, yang berpotensi memaksa perusahaan melakukan buyback saham sendiri, yang didanai dengan menjual sebagian aset kripto.
Rekomendasi trading untuk BTC/USD
Bitcoin masih membentuk tren turun yang sepenuhnya berkembang. Kami tetap memperkirakan penurunan menuju $57.500 (retracement Fibonacci 61,8% dari tren naik tiga tahun), dan saat ini belum ada tanda-tanda pembalikan tren. Bahkan level $57.500 pun sekarang tidak tampak sebagai titik akhir yang pasti. Pada TF harian, FVG bearish terakhir adalah POI untuk posisi short tetapi masih jauh di atas harga saat ini. Pada TF 4 jam terdapat tiga FVG bearish yang belum tersentuh, namun pola-pola ini terkait pergerakan sebelumnya dan posisinya juga jauh di atas harga saat ini; kecil kemungkinan zona-zona tersebut akan memicu kelanjutan tren. Bagaimanapun, Bitcoin belum bisa dianggap berada dalam fase korektif.
Rekomendasi trading untuk ETH/USD
Pada TF harian, tren turun masih berlanjut. Pola jual utama sejak awal adalah dan masih berupa bearish order block pada TF mingguan. Seperti sudah diingatkan, pergerakan yang dipicu oleh sinyal tersebut bisa kuat dan berlangsung lama. Sejak pola itu terbentuk, Ethereum sudah turun sekitar 55% (sekitar $2.500). Kami memperkirakan adanya pantulan korektif jangka pendek. Kenaikan lokal bisa diperdagangkan dengan memanfaatkan pola bullish pada TF 4 jam, tetapi kami tidak merekomendasikan untuk memperdagangkan koreksi. Dalam jangka menengah, kami memperkirakan pola bearish pada TF harian akan terus terkonfirmasi dan tren turun akan berlanjut. Target penurunan Ethereum terbentang hingga ke area $1.400.
Komentar mengenai chart
CHOCH — change of character / break of the trend structure. Liquidity — likuiditas, Stop-Loss para trader yang dimanfaatkan market-maker untuk membangun posisi mereka. FVG — Fair Value Gap (area ketidakefisienan harga). Harga sering bergerak cepat melalui area seperti ini, yang menunjukkan tidak adanya satu arah dominan di pasar. Belakangan, harga cenderung kembali dan bereaksi terhadap zona-zona tersebut. IFVG — Inverted Fair Value Gap. Setelah kembali ke zona seperti ini, harga tidak bereaksi tetapi justru menembus secara impulsif dan kemudian mengujinya dari sisi berlawanan.
OB — Order Block. Candle di mana market-maker membuka posisi untuk mengumpulkan likuiditas dan kemudian membentuk posisinya sendiri ke arah yang berlawanan.